Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DASAR ONTOLOGI ILMU: KAJIAN OBJEK ILMU

Hal-hal yang menjadi dasar ontologi ilmu Ilmu modern adalah mengenai objek yang dikaji oleh ilmu. Kesesimpulan besarnya ialah bahwa objek ilmu terfokus kepada hal-hal yang dijangkau oleh manusia yaitu berupa fakta-fakta empiris.

Pada dasarnya ilmu membatasi diri pada aspek-aspek yang bersifat empiris sebagaimana dikatakan oleh Jujun Suria Sumantri. Objek penelaahan ilmu mencakup kepada seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh pancaindra. Ilmu mempelajari berbagai gejala dan peristiwa yang menurut anggapannya mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Berdasarkan objek yang ditelaah ilmu termasuk ke dalam pengetahuan empiris di mana objek di luar jangkauan manusia tidak masuk ke dalam kajian ilmu. Inilah salah satu yang menjadi ciri khas ilmu yaitu berorientasi terhadap dunia empiris. Maka dalam hal ini ilmu non empiris seperti agama tidak dapat digolongkan menjadi ilmu jika kita tinjau dari aspek yang telah kita jelaskan.
dasar ontologi ilmu kajian objek ilmu

Pada dasarnya pengetahuan keilmuan mengenai objek empiris ini merupakan abstraksi yang disederhanakan mengingat kejadian alam yang sesungguhnya begitu kompleks. Ilmu menurut jujun hanya bertujuan untuk mengerti mengapa hal itu terjadi, dengan membatasi diri pada hal-hal yang asasi atau dengan perkataan lain, proses keilmuan bertujuan untuk memeras hakikat objek empiris tertentu untuk mendapatkan sari berupa pengetahuan mengenai objek tersebut.

Namun ada yang menari dalam penjelasan jujun. Dalam paparannya mengenai dasar ontologi ilmu dalam buku Ilmu Dalam Perspektif bahwa ilmu pasti mempunyai asumsi dari apa yang ia tangkap dari fakta-fakta empiris. Asumsi ini seperti tafsir-tafsir atas realitas empiris yang seseorang tangkap melalui indra. Kemudian penerimaan kita terhadap pengetahuan tentang fakta tersebut adalah ketika kita menerima bahwa apa yang kita asumsikan adalah benar. Menariknya di sini adalah bahwa dalam ilmu pengetahuan pun terdapat unsur keyakinan yang terselubung. Bahwa pengetahuan akan dikatakan benar bagi seseorang ketika ia meyakini bahwa ia adalah benar.

Namun tidak hanya sampai di situ, ia juga menjelaskan bahwa dalam setiap kejadian empiris tampaknya mempunyai pola-pola yang diulang-ulang. Pola tersebut terjadi secara teratur. Bahwa hujan akan selalu diawali oleh awan tebal misalnya. Dan kejadian ini akan terus berulang dengan pola yang sama. Maka alam baginya merupakan suatu sistem yang teratur yang tunduk kepada hukum-hukum tertentu. Hukum-hukum tertentu ini lah yang akan diungkap oleh ilmu.

3 Asumsi Ilmu

Secara terperinci ilmu mempunyai tiga asumsi mengenai objek empiris. Di antaranya ialah pertama menganggap objek ternteu mempunyai keserupaan satu sama lain, umpanya dalam hal bentuk, struktur, sifat dan sebagainya. Kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dan terakhir ialah bahwa setiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan.

Pembahasan tentang Dasar Ontologi Ilmu (Kajian Objek Ilmu) kami ambil dari buku Ilmu dalam Perspektif  karya Jujun S. Sumantri dan kawan-kawannya.Kajian ini adalah bagian dari kajian tentang filsafat ilmu atau epistemologi. Epistemologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat ilmu. Kami membahas pengertian epistemologi lengkap pada tulisan yang lain.

Jujun S. Sumantri, Ilmu Dalam Perspektif. h. 9-11.
Hairus Saleh
Hairus Saleh Akademisi jadi blogger. Blogger menjadi tempat untuk tuangkan berbagai gagasan dan pemikiran.

Post a Comment for "DASAR ONTOLOGI ILMU: KAJIAN OBJEK ILMU"

close