Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Monday, May 13, 2013

Sekilas tentang PP. Darul Lughah Waddirasatil Islamiyah

Oleh Hairus Saleh
Santri Darul Lughah Waddirasatil Islamiyah

PP. Darul Lughah Waddirasatil Islamiyah (DLWI) teletak di desa Akkor Palengaan Pamekasan Madura. DLWI tidak berada di pusat kota, tidak juga berada di pusat desa, tidak di samping jalan raya utama, tidak pula jauh dari jalan raya utama. Keadaan itu memberikan kenyamanan tersendiri bagi pelajar. Selain suasananya tenang dari kebisingan, tempat tersebut sangat mudah dijangkau, baik bagi pengguna angkutan umum, motor mapun mobil pribadi.

KH. Achmad Ghazali Salim, LC, M.Ag adalah pendiri sekaligus pengasuh PP. DLWI. Ia pernah nyantri di PP. Mambaul Ulum Bata-Bata (pusat pengembangan kitab kuning dan ilmu kislaman terbesar semadura) selama bertahun-tahun, sehingga kemampuan gramatikal Bahasa Arab dan bacaan kitab kuningnya tidak diragukan lagi. Setelah belajar di sana, ia melanjutkan belajarnya di Universitas Ummul Qura Madinah al-Munawwaroh dengan jurusan Sastra Arab. Maka dari itu, kualitas ilmu kebahasa arabannya juga tidak dapat diragukan. Selain itu, ia adalah dosen yang memunyai peran penting dalam pengembangan Bahasa Arab di STAIN Pamekasan, PTIN terbesar semadura.

PP. DLWI merupakan lembaga yang fokus pada pengembangan Bahasa Arab secara intensif dan juga kajian kitab klasik. Sampai saat ini, pesantren pusat Bahasa Arab itu sudah memeroduk puluhan ribu santri berkualitas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan bahkan di dunia internasional. Tidak sedikit santri lulusannya yang saat ini belajar di berbagai universitas luar negeri, seperti Universitas al-Ahqaf Yaman, Universitas al-Azhar Mesir, Universitas Ummul Quro Madinah, Sudan, Maroko dan akan ada santri yang belajar di Eropa. Sangat banyak pula outputnya yang dipercaya berbagai pesantren dan masyarakat untuk mengembangkan Bahasa Arab di lembaganya demi lahirnya intelektual.

Bahasa resmi yang digunakan santri PP. DLWI dalam kesehariannya ialah Bahasa Arab. Tetapi bagi yang baru belajar diberikan toleransi untuk berbicara Bahasa Indonesia, tidak diperkanankan berbahasa Madura. Toleransi ini hanya berlaku kepada mereka yang memang benar-benar tidak bisa berbahasa Arab.

Inklusivisme merupakan salah satu ciri pesantren. Kiai, ustadz dan santri tidak membedakan latar belakang madzhab dan aliran. Maka PP. DWLI adalah pesantren lintas madzhab dan aliran yang sadar akan universalitas Islam. Dengan demikian, ia terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin belajar Bahasa Arab dengan baik.

Mayoritas mata pelajaran yang dikaji adalah pelajaran salaf yang disampaikan dengan metode modern dan dikaitkan dengan fenomenal kontemporer. Teknologi modern seperti, komputer, laptop dan proyektor menjadi paket yang tak terpisahkan dalam rangka mendukung kemaksimalan belajar mengajar. Maka sangat layak pesantren ini disebut sebagai pesantren modern, jika pesantren modern diinterpretasikan sebagai lembaga yang menggunakan metode dan teknologi modern.

Pesantren ini tidak menekankan pada mahalnya SPP. Santri hanya membayar uang listrik sebesar 20.000/bulan. Sehingga sangat dapat dijangkau oleh pelajar yang berekonomi dibawah rata-rata tetapi memunyai semangat keilmuan yang tinggi. Tetapi untuk kursus spesial bulan puasa (yang hanya diadakan setahun sekali), pelajar harus membayar 200.000 selama kursus di bulan puasa dengan diskon khusus bagi santri PP. DLWI. Uang sebesar itu digunakan untuk buku panduan dan membayar tenaga pengajar yang terdiri dari dosen dari berbagai sarjana lulusan timur tengah yang memang berkualitas.

Tempat yang strategis, kualitas yang tak diragukan, biaya yang murah menjadikan pondok ini sebagai tempat favorit para pelajar Nusantara untuk mengembangkan keilmuannya. Maka sangat wajar jika pesantren ini menjadi tempat transisi keilmuan kaum santri sebelum ia terjun di masyarakat atau belajar di universitas.


0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review