Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Thursday, April 12, 2012

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI

Oleh Hairus Saleh
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pendahuluan
Permasalahan Ilmu Komunikasi dirasa perlu untuk dikaji terus, karena perjalanan kehidupan pun terus berlangsung, dan semua orang ingin sejahtera secara materiil, juga memiliki ketentraman secara spiritual, sehingga hidup di dunia menyenangkan, dan pelaksanaan kegiatan agama yang bersifat spiritual pun lebih optimal.
Ilmu komunikasi yang kita kaji sekarang, sebenarnya merupakan hasil dari suatu proses perkembangan yang panjang. Pasalnya, Ilmu Komunikasi yang sekarang sudah berkembang dengan pesat, tidak serta merta muncul dengan sendirinya. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa seperti sekarang ini yang sudah diakui diberbagai negara.
Karena definisi Ilmu Komunikasi sudah dipaparkan sebelumnya, maka kami tidak perlu membahasnya di sini. Untuk mempertajam dan memahami apa itu Ilmu Komunikasi maka dari itu, kami akan membahas Sejarah dan Perkembangan Ilmu Komunikasi, diantaranya adalah mengenai asal-usul Ilmu Komunikasi, perkembangan Ilmu Komunikasi dan tokoh-tokoh Ilmu Komunikasi.
A.  Asal-usul Ilmu Komunikasi
Cikal-bakal ilmu komunikasi itu sendiri sebenarnya tampil pada zaman Yunani kuno (SM) yang digagas oleh Aristoteles. Dalam gagasan tersebut ia menyebutkan bahwa di dalam komunikasi itu terdapat komunikator, pesan dan penerima.[1] Kesimpulan dari gagasan itu ialah jika komunikator menentukan gagasn atau pesan, kemudian diarahkan pada khalayak pilihannya, melalui saluran atau media yang dimilikinya atau dikuasainya maka akan keluar hasil yang diinginkan.
Dalam perkembangan selanjutnya, gagasan itu terus dikembangkan kemudian melahirkan dua bentuk komunikasi yang masing-masing berkembang di benua yang berbeda. Pertama ilmu publisistik di Jerman. Kedua ilmu komunikasi massa di Amerika. Perpaduan dari kedua bentuk ini lah yang meneteskan ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini. Perpaduan ini tidak lepas dari upaya-upaya Stappers melalui karya Gabner.[2] Artinya, itu merupakan titik awal tampaknya ilmu komunikasi.
Pada awalnya, publisistik memang terbentuk sebagai sebuah disiplin ilmu yang dikembangkan untuk mengalami dan mengembalikan segala tenaga yang memperngaruhi tindakan khalayak, tentu saja objeknya ialah pernyataan umum yang aktual. Hanya saja objek itu terlalu terbatas karena memang dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, banyak sekali terjadi pernyataan yang tidak ditujukan kepada khalayak, sehingga tidak bersifat umum dan juga tidak aktual. Dari situlah publisistik harus bersedia menjadi bagian dari ilmu komunikasi komunikasi yang lebih luas.[3]
Sedangkan ilmu komunikasi massa ini berkembang dan berubah menjadi ilmu komunikasi berada di bawah naungan jurnalistik. Hal ini berkembang di Amerika sekitar tahun 1870 an yang ditandai dengan terbitnya karya Isaiah Thomas yang berjudul History of Printing in America. Kemudian baru menjadi disiplin ilmu pengetahuan yang independen pada tahun 1930 an.[4]
Tidak jauh urutannya dari publisistik, ilmu komunikasi massa ini juga mempunyai keterbatasan objek yaitu hanya terfokus pada suratkabar saja. Sedangkan tokoh-tokohnya menginginkan disiplin ilmu ini tidak hanya sebatas itu, tetapi juga mencakup juga radio, televisi dan film atau yang biasa disebut dengan media massa. Sejak itulah ia menjadi bagian dari ilmu komunikasi. Jadi ilmu komunikasi itu sendiri terbentuk dari kedua disiplin ilmu yang telah dijabarkan di atas dan yang tentunya objek kajiannya pun lebih luas darinya.
Di indonesia itu sendiri, ilmu komunikasi baru muncul dalam berbagai dikusi dan seminar pada awal tahun 1970 an. Baru pada tahun 1982 ilmu komunikasi diputuskan oleh presiden melalui Keputusan Presiden Nomor 107/82, sehingga nama ilmu komunikasi menjadi semakin mencuat sebagai disiplin ilmu yang resmi di Indonesia.
B.  Perkembanan Ilmu Komunikasi
Kalau berbica tentang sejarah komunikasi, tentunya jauh sebelum masehi (4000 SM) ia sudah berkembang bahkan awal lahirnya manusia sudah lahir juga. Namun, berbeda dengan ilmu komunikasi. Ilmu komunikasi mulai menjadi suatu gagasan yang menjadi dasar ilmu ini lahir sejak munculnya gagasan bapak ilmuan dunia, Aristoteles (300 an SM). Dalam buku H. Rochajat Harun, periode ini disebut dengan periode tradisi retorika.
Secara umum, pembagian periode ilmu komunikasi ini bisa dirincikan menjadi empat bagian, yaitu periode tradisi retorika, pertumbuhan, konsilidasi, dan teknologi komunikasi.
1.      Periode Tradisi Retorika
Pada zaman ini –para ilmuan menyebutnya zaman kuno atau zaman Yunani kuno- ilmu komunikasi dikenal dengan sebutan retorika. Tentunya ilmu komunikasi pada saat itu masih sangat sederhana. Tokoh utama yang mempunyai sumbangan besar dalam hal ini ialah Aristoteles, karena dia lah orang pertama yang mengkaji dan mengorganisasinya.[5]
Gagasan Aristoteles tentang retorika bahwasanya terdiri tiga unsur. Di antaranya; Ehos (kredibilitas sumber), Panthos (hal yang menyangkut emosi), Logos (hal yang menyangkut fakta). Pokok pikiran ini kemudian dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian, dalam lima aturan retorika unsur. Yaitu, Inventio (urutan argumentasi), Dispesitio (pengaturan ide), Eloqitio (gaya bahasa), Memoria (ingatan), Pronounciatio (cara penyampaian pesan).
Menurut mereka, unsur di atas juga menentukan keberhasilan upaya persuasi yang dilakukan seseorang. Selain mereka, ada juga tokoh retorika yang dikenal pada zaman itu, diantaranya ialah Corax, Socrates dan Plato.
2.      Pertumbuhan
Ilmu komunikasi ini berawal dari awal abad ke-19 sampai perang dunia ii yang ditandai dengan penemuan teknologi komunikasi seperti telephon, radio, telegraph, tv dan lain-lain.
Secara umum, bidang-bidang ilmu komunikasi pada periode ini diantaranya peranan komunikasi dalam kehidupan sosial, komunikasi dan pendidikan, penelitian komunikasi komersial, dan lain-lain. Pada masa itu, kajian bidan ilmu komunikasi dan kehidupan sosial mulai berkembang sejalan dengan proses modernisasi yang terjadi. Bisa dikatan bahwa komunikasi mempunyai peran dan kontribusi yang nyata terhadap perubahan sosial.
Di bidang pengkajian dan pendidikan misalnya aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi, serta reading dan listening. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan pada masyarakat serta aspek-aspek yang memnyangkut media mulai berkembang sejalan dengan tumbuh kembang industri periklanan dan penyiaran.
3.      Konsolidasi
Pariode setelah perang dunia ii ini disebut dengan periode kinsolidasi. Karena pada masi itu konsolidasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisiplier (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi ilmu komunikasi ditandai oleh dua hal. Perkembangannya mulai perang dunia ii sampai 1960 an.
Pertama, adanya adopsi perbedaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam. Kedua munculnya buku-buku dasar yang membahas tentang pengertian dan pross komunikasi telah menjadi suatu pendekatakan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya karena didasari bahwa komunikasi merupakan suatu proses sosial yang kompleks.
Istilah mass communication (komunikasi massa) dan communication research (penelitian komunikasi) mulai banyak dipergunakan. Cakupan bidang studi komunikasi mulai deperjelas dan dibagi dalam empat bidang aturan; komunikasi intrapribadi, antarpribadi, kelompok dan organisasi, komunikasi makro sosial serta komunikasi massa.
4.      Teknologi Komunikasi (1960-an sekarang )
Sejak tahun 1960-an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada spesialisasi: menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disipilin telah memasuki periode tinggal landas sejak tahun 1950.[6] Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor antara lain:
  1. .      Kemajuan teknologi computer, VCR, TV kabel, dan alat-alat komunikasi jarak jauh lainnya,
  2. .      Tumbuhnya industri media yang tidak hanya bersifat nasional tapi juga regional dan global
  3. .      Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global khususnya dalam konteks center periphery.
  4. .      Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara.
  5. .      semakin luasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik.

3.      Sekilas perkembangan pendidikan ilmu komunikasi di Indonesia.
Di lingkungan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, jurusan komunikasi sebenarnya merupakan jurusan yang tergolong tertua. Sebutan ilmu komunikasi baru dikenal pada sekita tahun 1970 an, sementara sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan jurusan publisistik atau jurnalistik.


[1] H. Rochajat Harun, Ir, M.Ed, Ph.D, dkk, Komunikasi Pembangunan Perubahan Sosial, (Jakarta; Rajgrafindo Persada, cet.i, 2011), h. 39
[2] Prof. Dr. H. Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi; Sebuah Pengan Tar Ringkas, (Jakarta; Rajawali Pers, 2006), h. 3
[3] Prof. Dr. H. Anwar Arifin, h. 7
[4] Prof. Dr. H. Anwar Arifin, h. 9
[5] Marhaeni Fajar, Ilmu Komunikasi; Teori dan Praktek, (Yogyakarta; Graha Ilmu, cet. I, 2009), h.16
[6] Marhaeni Fajar, h. 20

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review