Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Wednesday, April 17, 2013

Monument Arek Lancor di Pamekasan: Simbol Pluralisme Masyarakat Madura

Monumen perjuangan merupakan tugu kepahlawanan rakyat Madura dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Monomen itu berbentuk lima celurit yang berdiri tegak di tengah alun-alun kota Pamekasan.

Monument itu di apit oleh pusat ibadah dua agama terbesar di dunia, yaitu masjid agung asy Syuhada’ yang merupakan masjid jami’ Pamekasan (kalau di Jakarta, sebutlah masjid Istiqlal) dan gereja yang merupakan pusat ibadah kristenian/kristiani terbesar di Pamekasan. Kalau digambarkan secara geografis, masjid jami’ tersebut terletak di sebelah barat Arek Lancor, sedangkan di sebelah timur berdiri tegak gereja jami’ umat Kristen.

Kedua umat tersebut hidup berdampingan dengan damai tanpa ada konflik baik dalam kehidupan keseharian termasuk juga dalam peribadatannya. Mereka beribada dengan tenang dan tenteram dengan saling menghormati.

Kembali lagi ke Arek Lancor, bahwa ia menjulang di tengah taman yang melingkar sebagai pusat kota pemekasan. Taman itu dilengkapi dengan jalan yang membentuk lafadz Allah.

Sebenarnya Arek Lancor merupakan bahasa Madura yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi celurit. Lima kobaran berbentuk kobaran api yang saling berhadapatn. Kemudian kalau kita ambil satu dari lima Arek Lancor tersebut. Kita akan mendapatkan bahwa bentuk arek juga berbentuk tanda Tanya (?) dan terdapat ujung runcing yang mengarah keatas.

Seluruh yang saya sebutkan tadi sebenarnya tidak hanya sekedar bentuk yang tak bermakna. Arek Lancor  merupakan suatu lambang yang mewakili seluruh pribadi masyarakat Pamekasan pada umumnya. Oleh karena itu, untuk memahami masyarakat Pamekasan sedikit banyak kita cukup memahaminya melalui makna yang tertuang dalam Arek Lancor ini.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review