Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Sunday, April 29, 2012

Pentingnya Falsafah

Oleh Hairus Saleh
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Ketika kaum misionaris atau pendeta dan juga kaum yahudi menyatakan perang dengan falsafah pada abad pertengahan silam, bukan berarti mereka maju dan berkembang dengan pesat tanpa falsafah yang mereka sangka sebagai penghambat dan penghancur masa depan manusia. Kecerobohan ini mengakibatkan bangsa eropa tenggelam selama berabad abad lamanya. Akibat pertempuran itu, bangsa eropa mengalami masa kegelapan yang nantinya terselamatkan atau tercerahkan oleh muslimun.

Dikala, mereka kaum eropa membuang falsafah pada tempat yang busuk, umat islam tampil sebagai pahlawan untuk menyelamatkan falsafah dari bantaian kaum radikal itu. Penyelamatan ini melalui penerjemahan besar-berasan oleh ilmuan atau failasuf islam dalam ekspansi kekuasannya. Ilmuan yang aktif menerjemahkan karya agung falsafah itu di antaranya al Kindi, Ibn Arabi, al Farabi, Ibn Rusyd, Ibn Khaldun dan banyak lagi failasuf lainnya. Penejemahan dan kajian falsafah ini lebih menumbuh suburkan budaya diskusi, tukar pikiran dan adu argumentasi yang memang sudah ada pada Islam.

Dunia islam, semenjak awal memang sudah mempunyai budaya falsafah. Kaum muslim tidak mudah percaya pada pernyataan tentang pengetahuan terutama tentang teologi, sampai mendapatkan rasionalitasnya. Kebiasaan ini yang melahirkan banyak sekte-sekte dalam islam dan juga ikut memperkaya keilmuan islam. Barangkali budaya diskusi dan debat ini yang menjadikan islam siap dan mampu membawa falsafah pada perkembangan tertinggi.

Baru setelah masa keemasan Islam ini runtuh, semasa umat islam terlena dengan kemenangannya dalam ilmu pengetahuan. Orang eropa diam-diam mempelajari karya-karya besar islam seperti pemikiran Ibn Rusyd, Ibnu Sina dsb. Maka lahirlah kebangkitan eropa yang disebut dengan renaisans. Ini ditandai dengan munculnya kaum humanisme dan reformasi yang mendobrak kekuasaan gereja pada waktu itu.

Dari alur di atas sebenarnya sudah tampak dengan jelas bahwa faedah mempelajari falsafah itu untuk menjadi manusia yang manusiawi. Manusia yang mempu berpikir kritis, rasional dan universal, serta dengannya memberikan pencerahan, memecahkan masalah dengan mencari solusi yang tepat, karena sudah tahu pokok permaslaahnnya, sehingga pada akhirnya akan memberikan manfaat pada seluruh jagat raya. Berarti, falsafah merupakan dasar utama dalam mengembangkan pemikiran dalam suatu ideologi, agama dan sebagainya. kalau agama tanpa dilandaskan pada falsafah, ia rapuh.

Refrensi;
Tafsir, Prof. Dr. Ahmad, Filsafat Umum, Bandung; Remaja Rosdakarya, cet 17, 2009
Bagus, Lorens, Kamus Filsafat, Jakarta; Gramedia, 2005

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review