Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Friday, November 25, 2011

Nabi Socrates

Oleh Hairus Saleh
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Sokrates ialah seorang failasuf era demokratsi kuno sekitar 470-339 SM. Ia hidup di dunia selama 131 tahun. Ia menghabiskan hidupya untuk mencari kebijaksanaan dalam dirinya sendiri dan juga orang lain lewat diskusi. Ia lah maha guru failasuf seluruh dunia. Segala yang terjadi pada dirinya ialah pandangannya tentang nabi. Oleh karena itu mengkaji dirinya ialah keharusan demi menggapai tujuan.

Tentang kebijakannya, Orakel Delphi pernah ditanya apakah ada orang yang lebih bijaksana dari sokrates, yang mengetahui bahwa kebijaksanaan sebetulnya tak berharga. Ia mengatakan tidak ada, hanya sokrates yang bijaksana.

Bukti Kenabian Socrates
Wahyu ketika Bertugas Militer (Xenopon, Symposium 220)
Suatu pagi ia memikirkan masalah yang tak dapat ia pecahkan; Ia tak mau menerah, tetapi terus berpikir sejak awal fajar hingga tanga hari – ia berdiri membeku, larut dalam renugan; dan pada tengah hari apa yang ia lakukan mulai mengundang perhatian, sementara desas-desus mulai beredar di antara bayak orang yang heran bahwa sokrates sudah berdiri dan merenungkan sesuatu sejak awal pagi. Akhirnya pada saat sesudah makan malam, beberapa orang ionia karena terbawa rasa ingi tahu (dimusim panas) lantas menggelar tikar dan tidur ditempat terbuka sehingga mereka bisa memperhatikan sokraters dan melihat apakah dia akan berdiri terus sepanjang malam. Ia tetap berdiri sampai pagi berikutnya dan ketika cahaya mulai merekah ia samaikan doa kapada Matahari dan baru ia pargi.

Wahyu dalam Perjalanan. Awal Symposium
Sokrates pergi bersama Aristodemus pergi ke suatu acara perjamuan, namun sokrates tertinggal dibelakang karea tiba-tiba teggelam dalam renungan.
Aganthon ; kau tinggalkan di mana sokrates?
Budak ; ia terdiam saja di sana (di serambi rumah tetangga), dan ketika dipanggil ia tak mau bergerak. 

Sabda dan Detik-detik Kematian Socrates
Tentang Kebijakan
Maka aku mengerti bahwa para penyeir tak menullis puisi berdasarkan kebijaksaan, namun dengan sehenis kecerdasaan dan ilham. Hanya dewa lah yang bijaksana.

Perintah atas Kebenaran
Dewa memerintahku mengemban tugas seorang filsuf untuk mencari kebenaran pada diri sendiri dan orang lain.

Nabi atas Umat
Aku berani mengatakan bahwa kalian boleh saja merasa gusar dan berpikir bahwa sebaiknya kalian membunuhku seperti yang disarankan Anytus, kemudian kalian bisa tudur lagi sepanjang sisa usia kalian, kecuali jika Dewa mengirimkan nyamuk pengganggu lainnya.

Perintah Berdakwah Perorangan
Kalian telah mendengarku bicara di banyak kesempatan dan di berbagai tempat tentang orakel, dan merupakan isyarat yang ditawarkan Miletus dalam dakwaannya. Perlambang ini yang berupa semacam suara, pertama kali datang ketika aku masih kanak-kanak. Suara itu selalu melarang tetapi tak pernah memerintahku menjadi politisi.

Pengetahuan Tuhan. Akhir Kematiannya
Saat perpisahan telah tiba dan marilah kita tempuh jalan kita masing-masing. aku mati dan kalian hidup. Manakah yang lebih baik. Hanya Dewa yang tahu. (pheode, plato)

Bacaan
Russell, Berthand, Sejarah Filsafat Barat, penerjemah ; Sigit Jatmiko dkk, Yogyakarta; Pustaka Belajar, 2007

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review