Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Monday, April 4, 2011

Rombak Encanan Strategis Dewan

DPR Masih Bisa Batalkan Gedung Baru
JAKARTA, KOMPAS (Senin, 4 April 2011) – Dewan Perwakilan Rakyat bisa membatalkan rencana pembangunan gedung baru senilai Rp 1,138 triliun. Penolakan seharusnya tidak hanya dilakukan dengan mengumpulkan petisi dukungan, tetapi jiga mengusulkan perombakan Rencana Strategis DPR tahun 2010-2014.
Pasalnya, pembangunan gedung baru sudah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) DPR yang disahkan dalam rapat paripurna pada 26 Juli 2010. “Tanpa merombak renstra, pembangunan gedung baru tetap menjadi rencana DPR periode 2010-2014. Dorongan pembatalan atau penghentian pembangunan hanya sebatas retorika,” kata Ronald Rofiandri dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) di Jakarta, Sabtu (2/4).
Renstra DPR 2010-2014 memuat enam prioritas pencapaian. Salah satunya pengembangan prasarana utama untuk mendukung kegiatan DPR. Prasarana utama yang dimaksud adalah gedung baru yang perencanaannya dilakukan pada periode sebelumnya. DPR periode ini memiliki target untuk mengawali pembangunan konstruksi gedung baru.
Apabila benar-benar menginginkan pembatalan pembangunan gedung baru, menurut Ronald, seharusnya anggota DPR dapat mengusulkan perombakan renstra yang disetujui dalam forum siding paripurna. “Revisi renstra bukan hal mustahil bagi FPR. Undang-undang saja bisa dirvisi atau diganti sama sekali, apalagi renstra,” ujarnya.
Namun, jika DPR tetap memutuskan tak merombak renstra dan tetap melanjutkan rencana pengadaan rencana pengadaan gedung baru, seharusnya teknis pelaksaan proyek harus diubah. Misalnya, proses perencanaan dan pelaksanaan proyek dilakukan melalui sayebara serta melibatkan tim independen.
Mayoritas fraksi di DPR hanya menyetujui penundaan pembangunan gedung baru. Fraksi-fraksi itu di antaranya adalah Fraksi Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerarakan Indonesia Raya, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan.
“kami minta ditunda dulu, dan direncanakan ulang,” kata ketua Fraksi PPP Hazrul Azwar.
Fraksi Partai Demokrat (F-PD) memandang gedung baru diperlukan. Namun, menurut anggota F-PD DPR, Didi Irwadi S, gedung baru itu harus sederhana dan dibangun dengan biaya yang sesuai standar harga. (NTA/EGI).

khadafy kuasai kota minyak 

bisis relasi dengan politik


0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review