Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Friday, December 10, 2010

Agama dalam Pandangan Karl Mark


Oleh Hairus Saleh
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Penderitaan keagamaan adalah salah satu daripada saat yang sama, ekpresi penderitaan real dan protes melawan penderitaan real. Agama merupakan keluhan makhluk yang tertindas, hati dunia yang tak berperasaan, dan jiwa dari kondisi yang mati, sehingga dapat disebut agama adalah candu masyarakat. “Agama adalah candu masyarakat “ merupakan ungkapan dari Karl Marx yang paling terkenal.

Dia berpendapat orang ramai seolah-olah ditipu, dan bahwa agama seperti penagihan heroin, memastikan yang penganut mereka serta pasif dan dibodohkan. Penghapusan agama sebagai kebahagiaan yang mengilusi rakyat dibutuhkan dalam rangka memperoleh kebahagiaan yang sejati, menyeru mereka untuk menghentikan ilusi mengenai kondisi-kondisi mereka adalah seruan mengehentikan kondisi yang menyebabkan ilusi ini. 

Kritisisme agama, karena itu merupakan embrio kritisise bagi lembah tangisan yang hanya menjadikan agama sebagai hiburan. Dalam analisisnya tentang masyarakat eropa, Marx memberi sorotan terhadap agama sebagai bagian besar dari gejala sosial. Maka dari itu agama dimasukkan dalam kelompok wilayah “ bangunan atas” dari struktur kehidupan masyarakat. Dari sinilah Karl Marx mulai kritis karena para pendeta dan pembesar gereja telah bersekutu dengan penguasa represif. Fungsi agama telah diubah citranya menjadi alat “meninabobokan” dengan janji penyelamatan di atas kelaparan dan penderitaan masa. Lembaga-lembaga agama dan pemimpin agama telah mamainkan peranan di luar misi agama sebagai pengemban kasih dan pebela hak-hak kaum tertindas, yang mana agama harus mendukung perubahan sosial yang akan membahagiakan lapisan mayoritas, tapi malah sebaliknya agama menjadi alat pelegalisasi kekuasaan pemerintah yang menguntungkan segelintir elit. 

Di luar pembahasan yang bersifat teologis, disinilah Marx mengumandangkan bahwa agama adalah candu masyarakat ( religion is the opium of the people. Namun ada beberapa kritikan terhadapap pandangan Karl Marx atas agama, diantaranya adalah bahwa Marx berbicara tentang agama, namun dia tidak melihat agama secara keseluruhan, dan yang dia lihat adalah agama yang berkembang di Eropa pada saat itu, yakni agama Kristen. Dia hanya memikirkan pengaruh situasai sosial pada agama, tetapi bukan pengaruh agama pada situasi social . 

DAFTAR PUSTAKA 
Raines Jhon,ed, Marx on religion, (Jakarta : teraju, 2003), cet 1, hal. 241-242 
Drs, Andi Muawiyyah Ramli, Peta pemikiran Karl Marx, ( Jogjakarta: LKis Yogyakarta, 2000), cet, 1. Hal 164 
Frans Magnis Suseno, Pemikiran Karl Marx, dari sosialisme ke perselisihan revisionisme,(Jakarta: Gramedia pustaka utama, 2003), hal. 76.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review