Selamat Datang di Sabda Hairus Saleh

Tuesday, April 27, 2010

Segala Sesuatu Pasti Melalui Proses Ilmiah

Oleh Hairus Saleh
Mahasiswa Filsafat UIN Jakarta
 
Jika bertanya tentang Tuhan, kita tidak akan pernah tahu apa, siapa, dan seperti apa Tuhan itu, yang jelas hal tersebut tidak akan pernah terjawab dengan sempurna, karena memang tidak ada satupun yang menyerupainya (ليس كمثله شئ), oleh karena itu Tuhan tidak akan pernah bisa didefinisikan. Walaupun banyak pendapat para ilmuan yang mencoba merumuskan Tuhan sedetail mungkin, tapi itu belum bisa dikatakan sebuah defenisi, pendapat tersebut merupakan sebuah penjelasan tentang Tuhan yang tidak lain hanyalah berdasarkan sifat-sifat Tuhan (gejala-gejala kebedaan Tuhan semata), bukan berdasarkan Tuhan.

Jika pun Tuhan mau didefinisakan maka hal itu adalah suatu kesalahan besar, karena jika Tuhan didefinisikan maka berarti ada suatu pembatasan terhadap Tuhan, sedangkan kita mengetahui bahwa Tuhan tidaklah terbatas. Pernyataan ini sesuai dengan perkataan profsor kartanegara ketika seminar kerjasama antara Iran dan Indonesia yang dilaksanakan dimuseum nasional. Kita namun secara sederhana Tuhan adalah yang pertama dan yang terdahulu, karena Tuhan adalah yang pertama dan yang penghabisan (هوالله الاوال و الاخر), yang lahir dan yang batin. Sebagai yang pertama, dan yang penghabisan, maka Tuhan adalah asal, dan tujuan segala tatanan yang ada.

Makhluk adalah segala sesuatu yang diciptakan, atau bisa dikatakan bahwa makhluk adalah segala sesuatu selain pencipta (yang terdahulu dan tujuan akhir segala sesuatu). Jika boleh meminjam kata-kata para filusuf , makluk adalah sesuatu yang dihasilkan karena adanya sebab dan akibat dari segala sesuatu (Hukum Kausalitas). jadi makhluk adalah suatu keberadaan yang disebabkan oleh adanya suatu sebab (sebab yang disebabkan sebab yang lain), sedangkan Tuhan adalah keberadaan yang disebabkan tanpa adanya suatu sebab (sebab yang tidak disebabkan sebab yang lain), dialah sebab yang pertama yang membuat segala sesuatu menjadi ada.

Tuhan adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui, Maha Alim Maha Kuasa, dan Maha Segalanya. Dia tidak mengkin tidak mengetahui apapun dari apa yang Beliau ciptakan, Beliau tidak seperti keraguan Plato dan Aristoteles bahwa Tuhan tidak bisa mengetahui hal yang tunggal karena bentuk tunggal tidak selalu wujud, dan tidak bisa diketahuinya ketika ia tidak ada, oleh karena itu ia tidak bisa diketahui oleh wujud yang tidak berubah (Tuhan).

Tuhan sebagai yang Maha Kuasa Beliau mampu melakukan apapun yang Beliau kehendaki, termasuk penciptaan alam ini merupakan salah satu dari bukti ke Maha KuasaNya, Tuhan hanya tinggal mengatakan (كن فيكون) jadilah maka jadilah apa yang Beliau kehendaki. Namun apakah maksud perkataan ini?, apakah ketika Tuhan berkehendak apa yang Beliau kehendaki akan tercipta begitu saja tanpa adanya suatu proses?. Maksud kalimat tersebut tidaklah sesederhana itu, ketika Tuhan mengatakan demikian, penciptaan tersebut tidak akan menjadi sempurna seketika itu juga, tapi tetap melalui proses ilmiah. Memang Tuhan merupakan dzat yang Maha Kuasa, namun tidaklah mungkin Tuhan menciptakan sesuatu tanpa melalui proses ilmiah kerena Tuhan masih mempunyai sifat Maha Alim – mengatahui, dan melakukan segala sesuatu dengan sangat sistematis -, jika tidak menciptakan/menjadikan segala sesuatu tanpa melalui proses ilmiah, hal ini sangat bertentang dengan sifat Maha Alim Tuhan (sama dengan mengatakan bahwa Tuhan juga mempunyai sifat Maha Bodoh), dan adanya sesuatu yang bertentangan didzat Tuhan adalah suatu yang sangat mustahil, karena akan mengurangi sifat ketuhanan, jika sudah berkurang berarti tidak ada keistimewaan bagiNya, dan boleh dikatakan bahwa Beliau bukanlah Tuhan, tapi sama dengan mahlukNya.

1 comments:

sabdakhairus said...

sipz bener banget,,,, aku sangat setuju dengan statement sampean ,,,,,

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review